Hari Bahagia Papa

Hari ini, tepatnya tanggal 12 Desember 2017, hari dimana ayahku bertambah usianya. 
Sayangnya, aku tidak ada disana, tetapi jika disana aku tak mampu melakukan apapun. Lidah ini keluh ketika ingin katakan kata-kata yang sudah amat banyak ku rangkai dengan indah, untuk pria istimewaku. Disaat jauh begini, baru berani ku katakan, itu pun hanya kata-kata yang ku layangkan lewat pesan singkat di telepon. Balasan pesan darimu membuat aku tak dapat menahan air mataku. Air mata bahagia dihari bagia Ayah. Harapan dan do'a yang ku layangkan di pesan singkat hari ini, membuat aku gugup sebelum mengirimnya. Sikap dingin Ayah yang selalu aku lihat, serasa hilang dan berganti kehangatan ketika membaca balasan pesan singkat dari Ayahku. 
Namun
Meskipun pengulangan tahun lahirnya, aku merasa bahagia tetapi juga sedih. 
Selalu timbul dibenak dan hati, betapa cepatnya waktu bergulir. Sekarang pria istimewaku mulai renta.
Ayah, semoga Allah selalu melindungimu dan jaga kesehatan selalu. 
Ayah, anak gadismu merindukanmu.
Ayah, anak gadismu sedang berjuang untukmu.
Ayah, anak gadismu belajar mandiri tanpa ada pengawasan darimu. 
Ayah, do'a kan yang terbaik selalu untuk anak gadismu di rantau. 
Ayah, you are my hero.
Ayah, I love you. 

Melihat senyum Ayah merupakan lebih dari sebuah kejutan istimewa apapun.
Jika engkau tertawa, gelak tawa mu membuat aku amat bahagia. 
Jika Ayah membuat tingkah yang tak disengaja tetapi lucu, aku sangat sangat bahagia.

Komentar